mujamil blog's

kumpulan catatan ringan pengisi waktu luang…

Iman Yang Sempurna


Iman Yang Sempurna

(torehan pengalaman hidup seorang hamba Alloh)

sering kita mendengar bahwa seseorang dikatakan memiliki iman yang kuat/sempurna apabila dia telah melewati ujian hidup, karena Alloh memang mengatakan demikian ” Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga sebelum datangnya ujian kepadamu”.

logika sederhana dari ayat ini ialah jika kamu pingin masuk surga maka kamu harus menempuh berbagai ujian hidup dulu.

ujian hidup bukan berarti selalu diidentikan dengan kesusahan, kemelaratan, atau berbagai kesulitan hidup lainnya.

ujian bisa juga berarti kesenangan hidup dunia berupa kemewahan, kemudahan, kebahagiaan, harta yang cukup/melimpah dan berbagai aneka kenikmatan dunia lainnya.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa ujian itu bisa berupa kesusahan hidup atau juga kemudahan hidup

Seorang muslim sudah diberikan rambu-rambu oleh Alloh dalam menghadapi dua jenis ujian tadi yaitu

Bersyukur jika kamu mendapatkan ujian berupa kemudahan hidup dan Bersabar jika kamu mendapatkan ujian berupa kesulitan hidup

Syukur dan sabar harus dijadikan tameng manakala kita menghadapi salah satu dari dua jenis ujian tadi

Mungkin dari kita atau bahkan mungkin semua orang pernah menghadapi atau merasakan salah satu dari dua keadaan tadi.

Ada yang dari kecil sampai dewasa atau bahkan sampai tuanya selalu dikaruniai kemudahan hidup, tidak pernah merasakan kesulitan hidup

Ada juga yang dari kecil samapai dewasa dan samapi akhir hayatnya selalu dirundung kesulitan hidup

Atau ada juga yang gabungan dari keduanya kadang suatu masa dia mengalami kesulitan hidup dan dimasa yang lain dia mengalami kemudahan hidup

Itulah dinamika hidup…..

Berikut ada beberapa kategori sikap manusia dalam menghadapi dinamika hidup tersebut:

1. Lupa BERSYUKUR dan TIDAK SABAR

2. Lupa BERSYUKUR dan SABAR

3. BERSYUKUR dan TIDAK SABAR

4. BERSYUKUR DAN SABAR

LUPA BERSYUKUR dan TIDAK SABAR

Ini adalah kategori manusia yang apabila diberikan kemudahan-kemudahan dunia, segala apa yang diinginkan selalu mudah terpenuhi, tidak pernah merasakan kesulitan hidup dan dia TIDAK INGAT kepada yang memberikan semua itu. Dia menganggap semua itu adalah jerih payahnya, tanpa ada campur tangan siapapun di dalamnya.

Orang seperti ini biasanya akan sangat mudah terpuruk (TIDAK SABAR) apabila dikemudian hari semua yang dimilikinya hilang dengan berbagai sebab.

LUPA BERSYUKUR dan SABAR

Ini adalah tipe orang yang hampir mirip dengan tipe pertama, bedanya dia mampu BERSABAR manakala ujian hidup menerpanya. Dia sadar bahwa ini mungkin cara Alloh mengingatkannya bahwa disaat dia mengalami kemudahan hidup dia lupa akan Alloh yang telah mengkaruniakan semua itu kepadanya. Berbagai kenikmatan dunia telah menutup mata hatinya untuk mensyukuri apa yang diberikan Alloh.

BERSYUKUR dan TIDAK SABAR

Ini adalah tipe orang yang mengetahui dan sadar bahwa apa yang dimilikinya saat ini adalah karnunia Alloh. Dia sadar betul bahwa Alloh lah yang memberikan semua kemudahan/kebagahiaan hidup ini. Oleh Karena itu dia selalu berusaha menunaikan apa yang menjadi kewajibannya terhadap Alloh. Dia yakin bahwa siapa orang yang pandai bersyukur maka Alloh akan menambahkan nikmat itu dan akan mengazabnya bila tidak ingat/kufur kepada Nya.

Namun disaat Alloh mengubah keadaa menjadi sebaliknya, semua yang dimilikinya habis, berbagai kesulitan hidup menerpa dia menjadi tidak kuat, mudah goyah, mudah terombang ambing pikirannya, bahkan mungkin dia bersu’uzon (berprasangka buruk) kepada Alloh sehingga akhirnya dia menjadi TIDAK SABAR menghadapi ujian berupa kesulitan hidup.

BERSYUKUR dan SABAR

Ini adalah tipe muslim ideal, dimana ia mampu BERSYUKUR manakala dia menghadapi kemudahan-kemudahan hidup, dia berusaha untuk senantiasa inget sama yang memberikan semua yang dimilikinya, dia rajin beribadah tidak hanya yang wajib yang sunnah pun senantiasa diusahakan untuk dikerjakannya. Dan manakala ujian hidup menerpa, semua kemudahan-kemudahan yang sebelumnya dia miliki tiba-tiba berubah menjadi kesulitan, keterpurukan dan berbagai macam penderitaan hidup lainnya dia tetap mampu BERSABAR menghadapinya dengan tetap tidak meninggalkan kebaikan-kebaikannya sebagaimana sebelumnya bahkan mungkin menjadi tambah kedekatannya kepada Alloh swt.

Ini adalah tipe muslim yang ideal, dan bisa dikatakan bahwa dia telah memiliki iman yang sempurna yaitu SYUKUR disaat mendapatkan kenikmatan dan SABAR disaat menghadapi ujian.

Demikian semoga bermanfaat J

(tulisan ini adalah murni hasil pengalaman hidup pribadi)

Wasalam

Jamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: